blog

Toko tempat usaha jadi sepi

October 2, 2017

“Toko / tempat usaha jadi sepi karena sekarang orang lebih memilih belanja online daripada langsung datang ke tempat”…Benarkah seperti itu?…

Yuk simak penjelasan dibawah ini…

.

.

.

Akhir-akhir ini saya lihat banyak sekali orang yang seakan “menyalahkan” online sebagai penyebab sepi nya sebuah usaha, baik itu toko, tempat makan dan lainnya…

Kata mereka…

“Dulu toko baju saya ini ramai banget, tapi semenjak orang-orang lebih suka belanja online toko saya jadi sepi”…

“Beberapa tahun yang lalu tempat makan saya ini selalu antri, sekarang untuk bayar sewa saja saya sulit…sekarang ini orang-orang lebih memilih pesan makan di online”…

Apakah benar seperti itu?…

TIDAK!…

Teknologi / online itu tidak membuat orang lebih memilih belanja online daripada datang ke tempat…

Coba tanyakan ke dirinya masing-masing…

“Berapa kali om tante belanja online dalam sebulan?”, “apakah semua keperluannya dibeli melalui online?”, “benarkah om tante sering memesan makanan melalui online dibandingkan datang langsung ke tempat makannya?”…

Saya yakin banyak dari kita yang jarang belanja online (bahkan lupa kapan terakhir belanja online) dan saya juga yakin banyak dari pemilik toko online lebih memilih belanja langsung ke tempat daripada deal-dealan via online (katanya sih biar lebih dapat feelnya)…Bener? hehe…

Lanjut lagi…

Coba lihat toko tas chanel atau toko baju pull & bear, apakah tokonya jadi sepi karena online?…TIDAK!…

Coba lihat alfamart, indomart, kios milik masyarakat dan pasar swalayan…Apakah online membuat tempat usaha itu jadi sepi?…TIDAK!…

Coba lihat juga tempat-tempat makan yang saat ini masih saja selalu penuh dan membuat orang harus antri jika pengen pesan makanan…Contohnya batagor haji Ihsan yang ada di bandung, rumah makan padang (yang berlabel sederhana) yang ada di setiap kota dan tempat makan lainnya yang masih saja ramai saat ini…Apakah tempat-tempat makan itu dibuat bangkrut oleh online?…TIDAK!…

“Jika online yang menyebabkan banyak toko / usaha jadi sepi, kenapa toko dan tempat usaha di atas bisa aman-aman saja?”….

.

Saya yakin setelah membaca penjelasan di atas akan banyak dari om tante yang berkata…

“Benar juga ya…ternyata online itu ga membuat orang lebih memilih belanja online dan meninggalkan kebiasaan belanja langsung di tempat” hehe…

.

Nah yang jadi pertanyaannya sekarang adalah…

“Jika teknologi / online itu tidak membuat orang lebih memilih belanja secara online daripada langsung datang ke tempat, lantas kenapa banyak toko atau tempat makan yang mendadak menjadi sepi dan bangkrut?”…

Jika kita cermati lebih dalam, “perubahan besar yang terjadi setelah adanya online” sebenarnya adalah berkurangnya silaturahmi antar masyarakat dan meningkatnya sikap invidualisme, banyak orang yang menjadi malas mencari informasi jika harus keluar dari rumah dan banyak orang juga jadi lebih doyan “kepo dan ikut-ikutan”…

Dulu jika pengen nyari tempat belanja atau tempat makan, banyak orang akan bertanya ke teman-teman atau melihat (berdasarkan rekomendasi mouth to mouth)….Sekarang banyak orang akan lebih memilih googling, nyari tempat dengan menggunakan aplikasi, milih tempat yang bagus melalui IG atau nyari dulu apa yang lagi ramai di facebook dan sosmed lainnya…

.

Lalu langkah apa saja yang harus kita lakukan agar tidak kalah dalam persaingan di era teknologi / online ini?…

Ada beberapa langkah langkah penting yang harus kita lakukan, yaitu…

– Meningkatkan kualitas produk / performa usahanya

Sebelum memikirkan tentang marketing, kita harus melihat lagi bagaimana kualitas produk atau performa tempat usaha kita…Apakah produknya ga kalah dengan yang lainnya?, apakah produk itu punya keunikan tersendiri?, apakah tempat makannya masih bagus dan nyaman seperti dulu?, apakah ada spot foto-fotonya?, apakah yang membuat orang-orang merasa harus datang ke tempat tersebut?…

Seperti yang kita tau…

Sekarang ini banyak orang yang demen selfie…Jika produk atau tempat makannya sudah mantap dan membuat orang “ga bisa nahan pengen selfie”, nantinya akan banyak orang yang sukarela mempromosikan produk atau tempat makan tersebut di akun sosmed mereka…Dengan demikian toko / tempat usahanya akan berpeluang besar untuk menjadi viral di teman-teman mereka yang sudah pernah belanja di toko / tempat usaha tersebut…Asik ga tuh? hehe…

.

– Berusaha menguasai market lokal

Jika saat ini om tante memiliki tempat usaha offline atau tempat makan, coba ingat-ingat lagi apakah om tante sudah melakukan marketing offline dengan maksimal?, apakah 10% dari masyaratkat di kota itu sudah pada tau usaha om tante? (contoh : kalau mau beli baju anak di bandung orang-orang akan langsung ingat ke toko si anu)…

Jika belum seperti itu, maka tingkatkanlah lagi marketing offlinenya…Ga perlu melakukan marketing yang modalnya super tinggi, kita bisa menguasai market lokal dengan trik “meningkatkan pelayanan ke calon pembeli”, “membuat local man reseller”, “memberikan benefit lebih ke pembeli” dan tehnik-tehnik sederhana lainnya…

Contohnya gini…

Dulu ketika saya menjalankan bisnis toko baju perempuan (di mall), orang yang saya pilih untuk menjadi penjaga tokonya adalah laki-laki yang ganteng dan jago “merayu”…Banyak mba mba yang ada di mall itu tiba-tiba berhenti di toko saya (mereka sih awalnya pura-pura pengen beli baju padahal pengen ngelihat si penjaga toko), namun setelah ngobrol dengan penjaga toko saya dan ngelihat kualitas baju serta harga yang ditawarkan, 9 / 10 dari mereka kemudian melakukan pembelian…Mau nyoba juga?, silahkan hehe…

Saya pernah mempromosikan tempat jualan pisang bakar & susu murni dengan tehnik “gratis makan dan minum susu murni sepuasnya untuk yang datang bawa mobil”…Tehnik itu saya lakukan selama satu minggu dan kemudian berhasil membuat sebuah lapak (kaki lima) menjadi salah satu tempat tongkrongnya anak-anak muda berduit…

Tehnik seperti itu memang membutuhkan modal awal yang lumayan…Namun tehnik tersebut dapat membuat banyak orang penasaran dan kemudian berbisik ke teman-temannya, “kok disana ramai banget ya, banyak yang pakai mobil pula…kita harus nyoba nih”…Nah kalau dah makin banyak yang berbisik seperti itu biasanya ga lama lagi tuh tempat akan dipenuhi oleh orang-orang yang pengen belanja hehe…

Saya juga pernah diberikan “penawaran spesial” di sebuah cafe…Waktu itu anak saya pengen beli es krim yang gambarnya terpajang cukup gede di cafe itu…Kata mereka “es krim ini gratis dek kalau papanya ngupload foto lagi makan atau foto dengan background disana dan ngasih hashtag anu”…Terpaksa deh harus lekas ngupload foto lagi makan biar anak ga rewel…Nice technique! haha…

Selain dari tehnik di atas kita juga bisa melakukan trik “local man reseller”…Jika kita pernah ke bali dan mengunakan jasa driver, seringkali kita dikasi tau oleh drivernya “kalau mau belanja anu ke toko si fulan saja”…

Tanpa kita sadari sebenarnya driver itu adalah salah satu local man reseller dari pemilik tempat usaha…”Driver tersebut akan mendapatkan komisi jika kita belanja di tempat itu”…

Nah tehnik seperti itu bisa juga kita lakukan untuk bisnis kita…Misal kita punya tempat minum kopi…Kita bisa ngajak anak-anak kampus untuk ikut menjadi local man resellernya, kita juga bisa mengajak supir angkotan umum, tukang becak, tukang ojek dan lain-lainnya…Komisi mereka bisa kita tentukan berdasarkan total belanja orang yang mereka rekomendasikan atau per orang yang diantarkan…

Semakin banyak orang yang merekomendasikan sebuah tempat usaha, maka akan semakin terkenal pula tempat usaha itu (dan bahkan tempat usaha itu akan sangat berpotensi menjadi “tempat yang wajib dikunjungii” bagi orang-orang yang berkunjung ke kota tersebut)…

Dengan melakukan langkah-langkah sederhana di atas dan langkah-langkah kreatif lainnya, insyaALLAH kita akan bisa menguasai market local dan bisnis kita pun ga akan “bangkrut karena online”…Silahkan dicoba…

.

– Mau belajar dan melakukan marketing online…

Selanjutnya yang bisa kita lakukan adalah mempelajari dan melakukan marketing online dengan alur dan tehnik yang tepat…

Ada banyak langkah yang bisa kita lakukan pada marketing online….Ada yang namanya SEO, Facebook marketing (personal account / viral buzzer), IG Marketing, marketplace, Facebook Ads, Adwords dan lain-lainnya…

“Namun sebelum melakukan marketing online atau menggunakan jasa untuk promosi di internet, kita harus belajar dulu bagaimana marketing online itu…Setidak-tidaknya kita tau apa marketing online itu dan apa saja yang harus dilakukan…Tujuannya adalah agar kita tidak salah melakukan promosi dan budget marketingnya tidak terbuang sia-sia”…

Kita harus tau langkah manakah yang paling cocok untuk bisnis kita, mana yang harus dilakukan di awal saja, mana yang harus difokuskan, tehnik yang bagaimana yang harus digunakan dan bagaimana alurnya…

Contohnya jika kita ingin melakukan marketing online untuk sebuah tempat makan…Langkah awal yang harus kita lakukan adalah…

You Might Also Like